7 Alasan Lahan Industri Semarang Semakin Dilirik Investor pada 2026

09 July 2026 Admin

Lahan industri Semarang semakin menjadi incaran investor dan pelaku usaha yang ingin membangun maupun memperluas fasilitas manufaktur. Didukung harga lahan yang kompetitif, infrastruktur yang terus berkembang, serta ekosistem industri yang semakin matang, Semarang kini tampil sebagai salah satu koridor industri paling prospektif di Pulau Jawa.

Menurut Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, daya tarik kawasan industri di Semarang tidak hanya berasal dari harga lahan yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kota-kota besar lainnya, tetapi juga dari potensi pertumbuhan nilai investasi yang terus meningkat.

Harga Lahan Industri Semarang Masih Kompetitif

Salah satu alasan utama meningkatnya minat investor adalah harga lahan industri yang masih kompetitif. Saat ini, harga lahan industri di Semarang berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per meter persegi.

Sebagai perbandingan:

  • Semarang: Rp1,5–5 juta/m²
  • Surabaya: Rp1,5–6,5 juta/m²
  • Jakarta: Rp2–6,5 juta/m²

Meskipun harga awalnya lebih rendah, kenaikan harga lahan industri di Semarang mencapai sekitar 8% per tahun, lebih tinggi dibandingkan Jakarta maupun Surabaya yang cenderung lebih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan industri Semarang memiliki prospek investasi yang terus berkembang.

Kawasan Industri yang Menjadi Pusat Investasi

Aktivitas industri di wilayah Semarang saat ini terkonsentrasi pada tiga kawasan utama, yaitu:

  • Kawasan Industri Wijaya Kusuma
  • Kawasan Industri Candi
  • BSB Industrial Park

Sementara itu, wilayah penyangga seperti Kendal, Batang, dan Demak juga mengalami pertumbuhan yang signifikan sebagai tujuan investasi industri.

Harga lahan di kawasan sekitar Semarang saat ini berada pada kisaran:

  • Semarang: hingga Rp5 juta/m²
  • Kendal: sekitar Rp2,2 juta/m²
  • Batang: sekitar Rp2 juta/m²
  • Demak: sekitar Rp2 juta/m²

Pasokan Lahan Industri Terus Bertambah

Koridor industri Semarang memiliki total pasokan lahan sekitar 4.100 hektare. Hingga tahun 2030, kawasan ini masih memiliki potensi pengembangan sekitar 2.700 hektare tambahan untuk memenuhi kebutuhan investor.

Dalam tiga tahun terakhir, sekitar 120 hektare lahan industri telah berhasil terserap pasar. Penjualan terbesar tercatat di Kabupaten Batang, diikuti Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Industri yang Masuk Semakin Beragam

Pertumbuhan kawasan industri di Semarang tidak hanya terlihat dari sisi penjualan lahan, tetapi juga dari semakin beragamnya sektor industri yang berinvestasi.

Jika sebelumnya didominasi industri padat karya, kini berbagai sektor mulai berkembang, antara lain:

  • Manufaktur
  • Farmasi
  • Elektronik
  • Data center

Keberagaman sektor industri tersebut dinilai mampu meningkatkan ketahanan kawasan industri terhadap perubahan kondisi ekonomi global.

Infrastruktur dan Ekosistem Industri Menjadi Nilai Tambah

Selain harga lahan yang kompetitif, investor juga mempertimbangkan kualitas infrastruktur dan kemudahan operasional.

Pengembang kawasan industri terus meningkatkan fasilitas pendukung seperti jaringan jalan, utilitas, hingga layanan kawasan. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan investasi industri sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang semakin kondusif.

Menurut Ferry Salanto, harga lahan yang terjangkau bukan lagi menjadi faktor utama. Investor kini lebih memperhatikan kesiapan infrastruktur dan ekosistem kawasan industri yang mampu menunjang operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Prospek Lahan Industri Semarang Semakin Cerah

Dengan kombinasi harga lahan yang kompetitif, pertumbuhan nilai investasi yang tinggi, ketersediaan lahan yang luas, tenaga kerja produktif, serta dukungan infrastruktur, Semarang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi investasi industri terbaik di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadikan Semarang sebagai pilihan menarik bagi perusahaan yang ingin melakukan relokasi maupun ekspansi fasilitas manufaktur di Pulau Jawa.